Minggu, 23 Agustus 2015

Fungsi Bagian Tubuh hidung

Hidung tersusun dari tulang rawan dan tulang sejati. Pada rongga hidung terdapat rambut-rambut halus dan mukus atau lendir hidung yang masing-masing memiliki fungsi tersendiri.
Di dalam hidung juga terdapat pembuluh darah, baik yang halus maupun agak signifikan ukurannya. Selain itu, sebagai indra penciuman, pada atap rongga hidung terdapat serabut-serabut saraf yang akan menghantarkan rangsangan bau menuju otak.
Organ yang berukuran kecil ini memiliki peran dan fungsi yang sangat penting, di antaranya adalah dijelaskan pada halaman selanjutnya berikut ini:
Bernapas
Hidung memiliki dua buah lubang sebagai perantara tubuh dengan lingkungan luar. Melalui lubang tersebut, oksigen dari udara luar dihirup masuk ke dalam sistem pernapasan, lalu masuk ke dalam paru-paru untuk melalui pemrosesan selanjutnya.
Temperatur Udara
Jalinan pembuluh darah yang terdapat di dalam rongga hidung berfungsi menghangatkan dan menyesuaikan temperatur udara yang dihirup, sehingga sesuai dengan suhu inti tubuh.
Melembapkan Udara
Dinding dalam hidung – yang disebut juga dengan mukosa – berfungsi melembapkan udara yang masuk ke dalam agar hidung tidak menjadi kering.
Membersihkan Udara
Beberapa senjata yang dimiliki oleh hidung, yaitu lendir dan rambut-rambut halus (disebut juga dengan silia) memiliki fungsi yang tak kalah penting. Silia bertugas menyaring dan menangkap partikel-partikel asing yang berpotensi membahayakan tubuh. Lendir yang bersifat lengket juga dapat menangkap benda-benda kecil yang tidak diinginkan.
Bersin
Mekanisme bersin yang dimiliki hidung merupakan suatu bentuk pertahanan diri untuk mengusir polusi atau partikel asing yang ikut masuk terbawa bersama udara yang dihirup.
Indra Penghidu
Pada bagian atap hidung terdapat rangkaian serabut saraf penciuman yang berfungsi menangkap rangsang bau dan menghantarkannya ke otak. Selanjutnya bagian otak tersebut akan memroses bau yang dihidu tersebut dan menginterpretasikannya. Indra penghidu memegang peranan penting dalam memori, ketertarikan fisik, dan koneksi emosi.